Gamers, Ini Dia 5 Alasan Kenapa Free Fire Burik

Free Fire ialah game pertarungan yang diminati oleh gamers. Tak bisa dipungkiri bahwa game ini populer di Indonesia juga negara lain. Aplikasi game ini juga tercatat diunduh ratusan juta kali oleh para pemakai Android. Namun, banyak juga yang mengungkapkan alasan kenapa Free Fire burik atau tidak punya kualitas bagus. Berikut adalah 5 alasan yang mendukung Free Fire dikenal sebagai game burik:

1. Tampilan Grafis Ala Kadarnya

Alasan pertama adalah karena desain grafis game ini. Para pecinta game pasti setuju kalau salah satu kekuatan game itu terletak pada desain grafis yang digunakan. Jika desain grafisnya menarik maka pemain akan merasa lebih nyaman dan keseruan bermain game akan bertambah. Sebaliknya, saat tampilan grafis yang disajikan buruk maka keseruan game akan berkurang  dan pengalaman memainkan game tersebut memburuk.

Sayang sekali Free Fire membawa konsep grafis yang ala kadarnya. Tidak diolah dengan baik, justru tampilan grafis dari Free Fire hanya memiliki kualitas 8 bit. Jika dilihat secara sepintas sudah terlihat jelas bahwa tampilan grafis dari game ini sangat kasar dan tidak memiliki nilai estetika yang tinggi. Tak heran jika game ini memiliki beban kapasitas yang ringan apalagi jika dibandingkan dengan game lainnya.

Mari bandingkan dengan PUBG atau game CODM. Kedua game ini memiliki kapasitas hingga 4 GB setelah dilakukan instalasi. Tampilan grafis kedua game tersebut juga jauh lebih bagus daripada Free Fire. Tak heran jika game ini sering dijuluki sebagai game burik terlepas dari keseruan yang ditawarkan. Namun, jangan meremehkan terlalu jauh karena game ini ternyata sedang mempersiapkan Free Fire versi HD atau High Definition. Semoga saja hasilnya lebih bagus dan melepas status Free Fire sebagai game burik.

2. Gerakan Tidak Mulus

Alasan kenapa Free Fire burik berikutnya adalah karena gerakan yang ditampilkan dalam game tidak mulus. Padahal untuk jenis game pertarungan harusnya gerakan karakternya terlihat lebih mulus supaya memberi pengalaman optimal bagi gamer. Sayang sekali Free Fire tidak menawarkan hal tersebut. Karakter game menunjukkan gerakan yang kaku dan terkesan tidak natural sehingga seringkali mengganggu kenyamanan gamer saat memainkan game ini.

Bandingkan lagi dengan karakter yang ada di game PUBG Mobile. Karakter pada PUBG Mobile bisa bergerak dengan mulus dan lebih natural. Gerakan yang mulus ini membuat karakter dalam game terlihat lebih realistis sehingga akan menambah antusias dari para gamer. Tak heran jika pemain Free Fire sering merasa gemas dengan gerakan yang tidak natural dari karakter yang dimainkan.

3. Tidak Punya Pintu

Alasan yang satu ini mungkin terdengar lucu namun nyatanya juga membuat Free Fire semakin erat dengan predikat game burik. Pada game Free Fire, jika diamati lebih teliti maka tidak ada pintu pada setiap bangunan yang ada di zona permainan tersebut. Setiap bangunan terlihat langsung memiliki lubang begitu saja tanpa ada penutup atau pintu. Memangnya apa pentingnya fungsi pintu ini?

Detail dari sebuah game sangat penting karena akan meningkatkan pengalaman gamer. Semakin detail situasi dalam game maka semakin terasa nyata. Sementara itu, Free Fire melewatkan detail tersebut dan tidak memasang pintu pada bangunan-bangunan yang ada di sana. Keberadaan pintu ini mungkin bagi sebagian orang tidak mengganggu namun bagi gamer lain mungkin akan terasa begitu signifikan. Pengalaman bermain game bisa rusak karena detail tersebut tidak ditemukan.

Namun ternyata ada alasan yang rasional dari tidak adanya pintu dalam bangunan Free Fire. Menurut pihak pengembang game, Free Fire tidak menambahkan pintu karena hal tersebut akan menambah ukuran dari game ini. Pengembang ingin menyajikan Free Fire sebagai game ringan yang bisa diakses siapa saja lewat gawai apapun.

4. Sering Dihubungkan dengan HP Kentang

Pernah dengar istilah HP kentang? Ini adalah istilah yang sering diberikan untuk jenis HP dengan spesifikasi menengah ke bawah. HP dengan spesifikasi rendah yang tidak memiliki fitur-fitur unggulan namun hanya menawarkan spesifikasi standar. Jenis game Free Fire ini sangat identik dengan HP kentang. Inilah yang menjadi salah satu alasan kuat kenapa Free Fire burik.

Free Fire memiliki desain grafis yang ala kadarnya. Ukuran game ini juga sangat kecil dibandingkan jenis game lainnya. Pengguna HP dengan spesifikasi kentang tentu akan dengan mudah memainkan jenis game ini. Hal ini disebabkan oleh HP kentang tidak akan bisa bekerja optimal untuk memainkan game-game kelas berat dengan tampilan grafis yang memuaskan.

Baca Juga: 6 Cara Main Mobile Legend untuk Pemula agar Cepat Jago!

5. Pemain di Bawah Umur

Game Free Fire sebenarnya sudah menerapkan batas usia tertentu bagi pemainnya. Sayangnya tidak ada fitur yang bisa mendukung pengaturan tersebut. Tidak ada filter bagi pemain yang ingin mengunduh game ini. Akibatnya banyak pemain yang masih kecil atau bocah bergabung dengan Free Fire. Sebenarnya tidak masalah, hanya saja sikap para pemain di bawah umur ini seringkali mengganggu kenyamanan pemain lain.

Bahkan seringkali terjadi perdebatan yang dipicu oleh sikap kekanak-kanakan dari pemain di bawah umur. Ini tentu membuat gamer lain yang sudah dewasa merasa tidak nyaman. Hasilnya, Free Fire semakin lekat dengan predikat game burik.

Itulah 5 alasan yang mendukung kenapa Free Fire burik. Game ini sebenarnya menawarkan pengalaman bermain yang seru dan konsepnya juga menarik. Jika tidak terganggu dengan kualitas grafisnya yang buruk maka tak masalah untuk tetap menikmati game ini.

You May Also Like

About the Author: Dian Damian